Sunday, October 25, 2015

Mengupas Keistimewaan Knalpot Bajaj Pulsar. Canggih!


Hola brosist..
Dari sekian banyak fitur istimewa yang dimiliki Bajaj Pulsar, sektor pembuangan alias exhaust atau knalpot merupakan bagian yang menarik untuk dibahas.

Old Pulsar Knalpot
Underbelly Exhaust P200NS and Next Gen Pulsar
Kenapa? karena ternyata kenalpot Pulsar memiliki keistimewaan tersendiri brosist, bagi brosist yang sudah malang melintang dikancah per-Pulsaran tentu nggak asing sama dua fitur utama pada knalpot Pulsar yaitu Exhaust Tec Chamber & Catalytic Converter. Lalu apaan sih gunanya fitur tersebut??

Exhaust Tec Chamber atau teknologi ruang pembuangan adalah kotak yang tersambung dengan pipa knalpot yang posisinya ada dibawah mesin, merupakan fitur yang gunanya menaikkan Torsi pada rpm putaran bawah sekaligus meningkatkan tenaga/ power, sebenarnya teknologi ini sudah pernah diaplikasi motor Suzuki RC 80 dan katanya teknologi ini pula diaplikasikan pada Mobil F1 loh.. Lebih lanjut dari sumber otomotifnet.com pernah menjajal membuat kotak Tec ini dan diaplikasikan di motor Suzuki shogun, Dari yang awalnya power standar Shogun 110 yang terukur di dynometer milik BRT di Cibinong, Jabar sebesar 7,01 dk/8.100 rpm. Sedang torsi mencapai 5,16 lb.ft (6,99 Nm)/3.900 rpm. Namun setelah mengaplikasi tabung TEC, tenaga mesin langsung melonjak jadi 7,48 dk. Didapat pada 8.400 rpm.

Kotak Amal alias Exhaust Tec Chamber
Torsinya pun ikut terkerek jadi 5,22 (7,07 Nm) yang dicapai pada putaran lebih rendah, yakni di 3.750 rpm. Selain itu, mulai putaran 4.050 rpm hingga puncak torsinya juga terkoreksi jadi lebih baik. Jadi, artinya teknologi TEC itu memang bisa meningkatkan torsi mesin plus dibarengi dengan peningkatan power/ tenaga.

Nah fitur yang selanjutnya adalah Catalytic Converter atau konverter katalis berbentuk seperti sarang lebah, adalah perangkat wajib pada mobil dan beberapa motor exclusice pada tahun 2007-an yang berfungsi sebagai penyaring hidrokarbon dan polutan lain yang dihasilkan saat mesin melakukan proses pembakaran agar lebih ramah lingkungan. Saat itu standar Euro 2 (standar gas buang) diberlakukan untuk setiap kendaraan bermotor termasuk sepeda motor tentunya, oleh karena itu Pulsar sebagai motor exclusive di zamannya (hehe) turut mengaplikasi fitur ini. FYI ternyata katalisator ini harganya sangat mahal brosist, karena terbuat dari bahan Platina dan Paladium, karena itu bisnis daur ulangnya sangat berkembang sampai-sampai di Amerika sana sempat menjadi sasaran pencurian, sasarannya mobil-mobil SUV tinggi yang catalysatornya lebih mudah dicuri. Info tambahan saking mahalnya part ini jika komponen exhaust pada mobil assy di banderol 5jt maka katalisatornya bisa dihargai hingga 3-3,5jt loh.. wuihh muahal brosist!

Catalytic converter pada mobil (ilustrasi)
Last kalau sudah tau keistimewaan knalpot bawaan dari Bajaj Pulsar ini apakah masih mau ganti knalpot yang racing murah-murah hanya untuk mengejar suara gahar bak sembalap MotoGEPEH dan peningkatan performa tak terukur yang dirasakan pakai "feeling"?
atau malah membuang fitur-fitur canggih ini??

Pikir ulang deh brosist.
Monggo dikomentari

Source : 
otomotifnet.com
otomotif.kompas.com
image by google



2 comments:

  1. waduh echaustec tec chember knalpot bajaj pulsar 180 ug3 kemarin malah aku buang soalnya takut las"sanya copot lagi, kalo dilas karbit. namun setelah dicopot malah mau dilas listrik gak jadi, malah akhirnya dilas kuningan katanya yang anti karat. kalo tau gitu mah gak usah dicopot.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya broo banyak yang salah kaprah soal exhaust tec alias kotak amal ini. dipikir setelah diganti dan dibuang malah menambah tarikan. so far sih memang terbukti secara "feeling" kalau buang kotak amal dan katalisator membuat tarikan lebih sip karena free flow tapi apa ada yang pernah diukur dengan mesin dyno? hmm.

      kalau sudah dicopot ya apa boleh buat hehe

      Delete